Gatot Kaca

Bagi teman-teman yang sering atau pernah mendengarkan wayang kulit pasti sudah tahu nama tokoh. Dari judul tulisan ini memang sangat populer di jagat pewayangan. Gotat Kaca, dia adalah putra dari Beratasena dari istri yang kedua, Arimbi namanya. Jadi Gatot Kaca, adalah ibunya bernama Arimbi. Gatot Kaca, juga seorang kesatria dari negara Ngamarta, walau dia sebenarnya juga punya kekuasaan sendiri menjadi raja Peringgadani. Dia gugur ditengah perang Beratayuda. Sebelum gugur, diceritakan dia sangat banyak sekali menewaskan pasukan dari Kurawa tidak terhitung jumlahnya. Pada waktu itu Gatot Kaca, menjadi senopati dan lawannya prabu Karna. Gatot Kaca, tergolong kesatria yang masih muda tapi sudah mempunyai kesaktian luar biasa seperti putra para Pandawa lainnya. Kesaktiannya dapat terbang langsung tanpa harus merapalkan mantra lebih dahulu atau ritual. Selain itu Gatot Kaca, mempunyai pakaian yang diberikan nama Kotang Antrakusuma. jika malam tiba Kotang Antrakusuma, bisa mengeluarkan cahaya yang terang. Dan kesaktian yang lainnya adalah seluruh badannya bisa keras seperti besi. Satu

Masa kecil Gatot Kaca, dia dijadikan jagonya para dewa. Untuk melawan raksasa yang naik ke atas kayangan meminta bidadari mau dijadikan istrinya. Tapi ketika itu Gatot Kaca, masih kecil akhirnya para dewa berinisiatif untuk menempanya didalam kawah candradimuka. Dengan begitu Gatot Kaca kecil menjadi anak dewasa ketika keluar dari dalam kawah. Lalu diberikan kesaktian yaitu dia dapat terbang tanpa harus melakukan apapun. Terus kesaktian yang kedua caping basunondo, dimana dia tidak kehujanan atau kepanasan ketika sedang diatas angkasa. Terus Kotang Antrakusuma, yang sudah dijelaskan diatas bisa terang-benderang. Dan terakhir adalah telumpah, jadi kalau dia lagi ditempat yang angker, tidak terkena marbahaya atau gangguan. Itu merupakan beberapa kesaktian dari Gatot Kaca, sebenarnya masih banyak lagi. Tidak hanya diberikan kesaktian saja oleh para dewa tapi dia juga dijadikan ratu di kayangan selama beberapa tahun, karna bisa mengalahkan raja raksasa. Untuk namanya bukan hanya Gatot Kaca saja tapi masih ada lainnya seperti: Wayang Orang

Kaca Negara Imbi Admaja
Tetuka
Purubaya
Bimasiwi
Kancing Jaya
Krincing Wesi
Guritna
Guruputra
Suryanarada
dan lain-lainnya. Kalau mau tahu lebih banyak lagi bisa menonton pegelaran wayang kulit dengan lakon Lahirnya Gatot Kaca.

Gatot Kaca, menikah sama saudara sepupunya anak dari pamannya Arjuna, yang bernama Pergiwa. Ketika dia mau menikah harus berjuang terlebih dahulu bersaing dengan putra mahkota Hastinapura. Setelah Gatot Kaca, berhasil mengalahkan pesaingnya tersebut baru dia melaksanakan pernikahannya. Dia mempunyai dua orang putra yaitu Jayasumpena dan Sasikirana. Yang nanti menjadi panglima perang negara Hastinapura, zaman rajanya Parikesit cucu dari Arjuna. Dua

Gatot Kaca, sangat dekat sekali sama saudara sepupunya Abi Manyu. Sampai saudara sepupunya itu menikah diam-diam sama Dewi Utari, jangan ada yang mengetahui. Gatot Kaca, rela harus berbohong dengan Siti Sundari, istri sah pertamanya Abi Manyu. Di suatu hari Siti Sundari, datang ketempatnya Gatot Kaca dan pas disitu ada Kala Bendana. Siti Sundari, datang kepada Gatot Kaca, untuk menanyakan Abi Manyu, sudah beberapa hari sebulanan tidak ada pulang kerumah. Siti Sundari, berniat mau minta tolong ke Gatot Kaca, untuk mencarikan Abi Manyu ada dimana. Kala Bendana, yang pada waktu itu juga ikut mendengarkan hal tersebut, akhirnya nuraninya tersentuh terus berangkat mencari Abi Manyu. Kala Bendana, mentrapkan kesaktiannya dalam melakukan pencarian dengan cara mencium keringat orang yang dimaksud. Setelah menunggu beberapa saat lamanya ternyata Kala Bendana, berhasil mengetahui ada dimana Abi Manyu berada, lalu dia berjalan menuju kesana. Ketika Kala Bendana, sudah sampai di tempat tujuan dia disana melihat orang yang dicarinya itu sedang memangku, memijat dan membelai dengan mesrah seorang wanita muda. Seperti orang yang sedang bermadu kasih. Waktu Kala Bendana datang, dia langsung disuruh pulang sama Abi Manyu. Tapi Kala Bendana, tidak mau terus Abi Manyu menghunus kerisnya. Kala Bendana, dia langsung pulang untuk menyampaikan apa yang dilihatnya itu. Sesampainya Kala Bendana, sampai didepan Gatot Kaca dan Siti Sundari, dia langsung menceritakan. Tapi Gatot Kaca, memberikan isyarat dengan mengedip-ngedip matanya beberapa kali kearah pamannya itu. Tapi Kala Bendana, tidak tahu isyarat tersebut dan pada dasarnya dia jujur. Jadi Gatot Kaca, takut kalau pamannya itu akan membuka mulut, lalu dia mengakhiri pamannya itu. Dengan begitu Siti Sundari, tidak mengetahui kalau suaminya Abi Manyu, sudah menikah lagi.

Gatot Kaca adalah salah satu kesatria dari putra-putra Pandawa. Dimana kesaktiannya sangat mumpuni dalam bidang olah kanuragan perang tanding. Wayang Kulit Menjadi Media Komunikasi

Next Post Previous Post


Silahkan Baca Juga: