Kesenian Ketoprak

Kesenian ketoprak merupakan tontonan tradisi lokal jawa, mirip dengan wayang kulit. Dorasinya juga panjang lebih dari 2 jam. Hanya saja yang menjadi perbedaannya para pemainnya. Jika wayang kulit, dimainkan oleh Sang Dalang. Tetapi jika ketoprak, setiap orang memainkan perannya sendiri yang telah ditentukan oleh sutradara. Setiap pemain memerankan karakter tokoh yang ditentukan sesuai dengan didalam naskah. Bukan hanya itu saja yang menjadi perbedaannya. Tetapi jumlah anggotanya, apabila ketoprak sangat banyak sekali orangnnya. Jadi tidak hanya para niaga saja yang menabuh gamelan. Selebihnya sama tidak ada yang berbeda. Didalam kesenian ketoprak, juga ada waranggana tapi tidak banyak seperti wayang kulit. Lalu, untuk tema ceritanya mengambil sejarah kerajaan lokal biasanya seperti itu. Satu

Cerita atau lakon biasa orang menyebutnya. Cerita yang sering ditampilkan dalam kesenian ketoprak antara lain: Haryo Penangsang, Jaka Tingkir, Mahesa Jenar dan masih banyak lagi. Admin sendiri suka dengan cerita Mahesa Jenar. Dua

Yang menceritakan tentang seorang prajurit meninggalkan atribut keprajuritannya keluar dari istana, untuk mencari pusaka hilang, dimana ketika itu dia yang bertugas menjaganya. Sebagai bentuk tanggungjawabnya akhirnya prajurit tersebut mencari seorang diri berkelana hingga ratusan kilo meter, dari istana. Namun, karena usahanya yang keras dan tidak mengenal lelah akhirnya pusaka tersebut diketemukan juga. Prajurit tersebut tiada lain adalah Mahesa Jenar, berpangkat Kanjeng Temenggung Rangga Tahjaya dan terkenal dengan ajiannya Sasrabirawa. Didalam pengembaraannya itu, dia juga mendapatkan seorang wanita yang siap untuk menjadi istrinya menemaninya tatkala sedang melepaskan rasa lelah. Roro Wilis, itulah nama seorang wanita yang cintanya tulus lalu dinikahi oleh Mahesa Jenar. Ketoprak

Diatas adalah salah satu cerita yang sering ditampilkan oleh grup pemain ketoprak dari sekian banyaknya lakon. Cerita ini termasuk yang banyak disukai oleh para sesepuh. kesenian ketoprak

Kesenian ketoprak tidak hanya sebagai tontonan hiburan bagi wong cilik. Tetapi sarana ampuh untuk mengenalkan sejarah kepada masyarakat yang ada di desa, waktu itu. Dari cerita yang dibawakan oleh grup ketoprak, diharapkan masyarakat jadi mengetahui sejarah kerajaan dimasa silam. Seperti contohnya cerita Mahesa Jenar, latarbelakang kerajaan Kesultanan Demak Bintoro. Itu baru salah satu cerita dari sekian banyak yang telah ditampilkan. Lalu, ada lagi yaitu Danang Hadiwijoyo. Yang menceritakan tentang berdirinya kerajaan Mataram Islam.

Next Post Previous Post


Silahkan Baca Juga: