Cara Menghitung Hari

Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang adat tradisi lama pasti tahu neptu dino itu apa dan cara menggunakannya. Memang tidak dapat dilarang jika masih ada yang meyaqininya, karena itu adalah hak setiap individu, kepercayaan masing-masing. Dikarenakan kekayaan negeri ini bukan berletak di sumber alamnya saja tetapi dari mulai kesenian, kuliner, bahasa, adat istiadat, pakaian dan lainnya. Sungguh aset yang tidak ternilai harganya. Memupuk dan melestarikan, merupakan tugas bersama jika bukan kita lantas siapa lagi. Itu juga bagian dari sumber ilmu pengetahuan yang perlu digali soal percaya atau tidaknya seperti yang mau dibahas didalam artikel, singkat ini, kembali pada individu masing-masing setiap orang.

Hari pasaran bagi orang dahulu bukan lagi yang aneh atau nyeleneh. Melainkan sesuatu hal penting wajib untuk dipelajari. Misalnya seperti menghitung hari, bagi orang zaman sekarang hal itu anak kecil juga sudah bisa melakukannya. Tetapi masalahnya bukan disitu letaknya bisa atau tidak bisa menghitung hari. Yang dimaksud disini adalah menghitung hari jika ada seseorang mau mempunyai ajat seperti khitanan, nikahan, tujuh bulanan, mau panen padi, mendirikan rumah dan sebagainya. Sebelum itu semua dilakukan diperlukan perhitungan khusus jadi tidak sembarangan begitu saja. Bahkan jauh-jauh bulan sudah dilakukan menghitung harinya apa. Lalu ditentukan bahwa hari itu adalah yang cocok. Sampai untuk menetapkan seperti itu para sih mbah memperlukan waktu hingga berhari-hari jadi tidak bisa secepat kilat. Bahkan perlu diskusi dahulu dengan orang yang dianggap lebih mengerti. Memang jika di zaman sekarang sebagian orang mengatakan hal tersebut adalah klenik. Namun, tidak menjadi masalah karena hal tersebut pendapat sebagian orang saja. Berjalan sesuai dengan jalannya masing-masing.

Sekarang kita mulai saja dengan hari yang sudah diketahui bersama yaitu:

  • Senin
  • Selasa
  • Rabu
  • Kamis
  • Jumat
  • Sabtu
  • Minggu

Nama-nama hari diatas tentu sudah akrap dengan kita dan bahkan tidak perlu menghafalnya karna sudah umum. Bagi perhitungan jawa nama hari diatas belum cukup masih harus ditambah lagi yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya. Seperti Legi, Paing, Pon, Wage dan Keliwon. Dari kelima nama tersebut lalu dipasangkan dengan Senin dan seterusnya. Jadi tidak hanya Selasa saja. Tetapi ada pasangannya Pon atau lainnya. Contohnya seperti dibawah ini:

Senin Legi
Selasa Paing
Rabu Pon
Kamis Wage
Jumat Keliwon
Sabtu Legi
Minggu Paing
Senin Pon
Selasa Wage
Rabu Keliwon
Kamis Legi
Jumat Paing
Sabtu Pon
Minggu Wage
Senin Keliwon

Diatas merupakan contohnya dan kenapa berulang. Siklusnya memang demikian seperti Senin, jika sudah satu minggu maka akan ketemu dengan nama hari yang sama. Sedangkan jumlah hari sendiri dalam satu minggu ada tujuh. Dan untuk hari pasaran jawa hanya ada lima. Meskipun demikian jika tidak hafal sulit mengetahui bahwa hari ini Jumat apa. Karna tidak dapat diafalkan. Jika hari yang telah kita ketahui bersama mudah untuk diingat misalnya Senin, Selasa atau besok hari apa. Lalu, misalnya ada anak yang lahir di hari Minggu Paing maka itu menjadi hari kelahirannya yang harus diingat-ingat, bukan tanggalnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Weton adalah hari lahir manusia dengan pasangannya. Yang dimaksud pasangan yaitu Pon, Paing, Wage dan Legi.

Sekilas memang tampak ribet dan membingungkan. Tetapi bagi yang telah meresap didalam memori jiwanya hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk mentrapkannya. Sesungguhnya weton atau hari pasaran jawa adalah berkolaborasi dengan sistem kalender dari luar. Jika Paing, Pon, Wage, Legi dan Keliwon itu murni dari jawa, lalu digabungkan.

Sebagai contoh ada pasangan kekasih yang mau menikah lalu si wanita hari wetonnya adalah Kamis Legi dan si pria Jumat Legi. Walau, terus Legi dan hanya nama harinya saja yang berbeda maka itu juga bukan berarti sama tapi berbeda. Kamis Legi adalah neptu dinonya 13, didapat dari Kamis 8 dan Legi 5, jika dijumlahkan menjadi 13. Terus Jumat Legi adalah 11, Jumat 6 sedangkan Legi 5, kalau dijadikan satu akan 11. Nanti dari disitu akan dihitung baik atau tidaknya dan jika misalnya jadi maka selanjutnya perhitungan kapan hari pernikahannya dimulai. Itu masih memperlukan yang panjang.

Next Post Previous Post


Silahkan Baca Juga: