Dewa Ruci

Lakon Dewa Ruci kisah ini mengambil karakter utama Mahabharata asli, Bratasena dan menjadikannya ksatria Pandawa yang dikdaya sakti. Cerita ini kerap ditampilkan oleh banyak pertunjukan pagelaran wayang kulit mau dimanapun itu. Dalam tutur Dewa Ruci diceritakan bahwa seorang ksatria yang perkasa serta sakti bernama Bayu Putro alias Bratasena diperintahkan sama sang guru. Untuk menemukan kehidupan yang haqiqi sebagai sarananya adalah air prawitasari dan agar mendapatkan sempurnanya dalam kehidupannya. Cerita Wayang

Didasari niat hati yang tulus serta menjalani dengan ikhlas maka Bratasena mengikuti saja apa yang telah diperintahkan kepada dirinya. Lalu diapun pergi ke tempat berbahaya dengan niat yang mantap. Pesan dalam lakon ini yang mau disampaikan adalah cara mengurangi Pandawa satu per satu agar tidak ada nantinya saat tanding di kurusetra. Kresna dan Pandawa

Awalnya Bratasena dikirim ke Gua yang letaknya ada di Gunung Candramuka dan itu tempatnya hutan belantara. Katanya disana ada yang dicarinya menurut penuturan sang guru. Dengan semangat dia langsung pergi ke tempat yang dimaksudkan. Untuk mencari yang diinginkan tapi kosong tidak ada apapun. Namun malah tanpa diduga mengagetkan dua raksasa penghuni hutan tersebut yakni Rukmuka dan Rukmakala. Dimana sebelumnya Bratasena mengecek setiap tempat dibalik batu maupun pohon. Karena Bima disuruh pergi tidak mau akhirnya terjadi pertarungan antara raksasa dan Bratasena dan dimenangkan oleh Ayahnya Gatot Kaca tersebut. Sehabis berhasil mengalahkan raksasa terus Bratasena duduk dibawah pohon untuk melepaskan rasa lelahnya. Ketika dia sedang asik menikmati sumilirnya angin dari pegunungan tiba-tiba mendengar suara yang tidak ada wujudnya setelah dicari ternyata adalah Dewa Bayu dan Dewa Indra. Yang menjelaskan bahwa di hutan itu memang tidak ada apa-apanya jadi dia disuruh keluar saja dari tempat itu.

Sesampainya di Hastina Bratasena segera menceritakan apa yang telah dialaminya kepada Durna. Tetapi keterangan dari Durna bahwa hanya ingin mengetahui ngetes seberapa seriusnya Bratasena dalam mempelajari ilmu yang diinginkannya. Selanjutnya putra dari Prabu Pandu tersebut disuruh kembali oleh Durna untuk pergi kelaut dengan tujuan mengambil Air Prawitasari. Dan Bratasena menyanggupinya lalu dia segera pulang ke Ngamarta untuk berpamitan kepada ibunya Kunti serta saudaranya.

Ketika semua saudara dan beberapa sahabat mengetahui segera mencegah keinginan Bratasena tersebut dikarenakan itu adalah strateginya Kurawa saja. Tetapi karena Bratasena mempunyai semangat dan tekat yang kuat seperti baja ditengah lautan maka dia tetap melanjutkan langkahnya. Bratasena lalu menuju ke pinggiran laut. Wayang Kulit Menjadi Media Komunikasi

Laut yang membentang telah ada didepan Bratasena kini dia sudah ada di tepian pandangannya menatap lurus-lurus ketitik ketengah air. Bratasena dapat masuk kedalam laut dan baginya tidak ada bedanya seperti di daratan, semua itu disebabkan pengaruh daya saktinya yaitu ajiannya Jala Segara diperolehnya dari Batara Bayu. Tidak hanya sampai disitu saja diapun juga dapat menghirup udara seperti sebagaimana di darat. Baru beberapa saat lamanya Bratasena berada didalam lautan lalu dia bertemu dengan Naga dan terus pertarungan terjadi. Kuku Pancanaka sebagai pusakanya Bratasena yang mengakiri naga tersebut. Cerita Lakon Wayang

Di tengah laut Bratasena melihat ada Dewa tapi ukuran tubuhnya lebih kecil dari dirinya. Diantara mereka lalu bercakap-cakap sepertinya ada yang ditanyakan oleh Bratasena kepada Dewa tersebut. Karena Bratasena diperintahkan masuk kedalam tubuh Dewa Ruci melalui telinganya dan dia terkejud mengetahui isi didalamnya seperti di dunia saja tapi lebih luas. Disitulah Dewa Ruci, banyak hal memberikan penjelasan kepada Bratasena bahwa Air Prawitasari yang dicarinya hingga samudra sesungguhnya adanya hanya dididirinya sendiri. Dia mulai faham apa yang telah disampaikan ke dirinya. Bahwa menggambarkan ketulusan dirinya dalam mengikuti perintah dari Durna gurunya.

Bratasena mengatakan kepada Dewa Ruci bahwa dirinya melihat ada empat cahaya yaitu hitam, merah, kuning dan yang terakhir adalah putih. Dimana sinar tersebut Panca Maya adanya didalam hati manusia.

  • Warna hitam sendiri adalah simbul menutup segala perbuatan kebajikan.
  • Sinar merah dapat diartikan semua keinginan sebagai sumbernya sehingga mengurangi kesadaran dan ingin buru-buru.
  • Selanjutnya cahaya kuning merusak segalanya.
  • Yang terakhir adalah sinar warna putih ialah merupakan tentram, sabar, ketulusan yang nyata tidak dibuat-buat, pasrah terhadap Sang Pencipta Kehidupan Alam Semesta.

Lalu hitam, merah serta kuning menjadi lantaran hambatan fikiran serta keinginan yang bersih untuk melakukan yang terpuji. Gatot Kaca

Ada satu titik dan itu sangat bersinar-sinar membuat Bratasena kesemsem terpincut pandangannya selalu diarahkan kesana terus. Keterangan dari Dewa Ruci kepada Bratasena cahaya tersebut melambangkan kehati-hatian. Dimana menjadi satu dalam dirinya dan tidak juga merasakan sakit, lelah, haus maupun lapar. Di jelaskan tentang Sukma sejati dan persatuan manusia pada Tuhannya. Sehabis mendapatkan keterangan itu semua Bratasena sangat gembira seperti seorang petani yang mendapatkan hujan dimusim kemarau, berarti itu tandanya akan segera dimulainya masa tanam padi.

Kisah Bratasena adalah contoh bagaimana keinginan manusia terus melacak lokasi Tuhan dan mengapa ia menjelajahi. Manusia disebut sebagai alam semesta kecil atau alam semesta besar yang merupakan representasi dari Tuhan. Siapa yang tahu dirinya sendiri, maka dia akan mengenal Tuhannya. Ketoprak

Dimana ketika Bratasena melawan raksasa sama naga lalu berhasil mengalahkan maka itu adalah sebagai simbul dari keinginan atau nafsu yang kerap menyelimuti jiwa manusia seperti sombong, angkuh, mementingkan dirinya sendiri dan lainnya. Pandawa

Terus dia merasakan senang ketika selesai dijelaskan oleh Dewa Ruci, karena sebelumnya Bratasena menjalankan itu semua dengan ketulusan, ikhlas tidak ada paksaan. Namun sayangnya masih jarang yang dapat menjalankan seperti Bratasena tersebut tapi bukan berarti tidak ada.

Next Post Previous Post


Silahkan Baca Juga: